Biden Setujui Kirimkan Amunisi Perang Israel ke Palestina

Biden Setujui Kirimkan Amunisi Perang Israel ke Palestina, Negara Israel kembali mendapat pasokan tambahan dari Amerika Serikat. Hal tersebut setelah secara diam-diam presiden AS Joe Biden menyetujui pengiriman berbagai persenjataan dengan nilai hingga miliaran dolar. Tindakan tersebut dilakukan dengan dalih untuk memperkuat keamanan di Tel Aviv.

Fakta dan Daftar Amunisi Perang Israel dari Bantuan Amerika Serikat

Biden Setujui Kirimkan Amunisi Perang Israel ke Palestina, Serangan Israel terhadap Palestina masih berlanjut hingga saat ini. Mengakibatkan kematian dan kehancuran di enklaf pesisir tersebut. Di tengah situasi tersebut, pemerintah AS justru diam-diam menyetujui transfer berbagai alutsista ke Israel. Berikut ini beberapa sistem persenjataan yang AS kirimkan.

1.800 Bom MK 84

Minggu ini Joe Biden selaku presiden Amerika Serikat menyetujui pengadaan peralatan tempur baru untuk Israel. Kabarnya total nilai persenjataan tersebut mencapai lebih dari 2,5 miliar dollar AS. Salah satu senjata yang masuk daftar adalah Bom MK 84 sejumlah 1.800 buah. Bom ini memiliki total hingga 2 ribu pound atau setara 900 kilogram sampai 1 ton.

Amunisi perang Israel jenis Low Drag General Purpose ini memiliki bentuk aerodinamis namun dengan efek ledakan yang maksimal. Dampak ledakan dari bom ini tentu sangat mengkhawatirkan, terutama jika diaplikasikan di wilayah seperti Gaza.

500 Bom MK 82

Tidak hanya mengirimkan satu jenis bom MK 84 saja, ternyata Amerika Serikat juga menyetujui pengiriman MK 82. Bom ini berjenis low drag general purpose, sama seperti MK 84 namun dengan bobot yang lebih ringan. Dengan berat 227 kg menjadikannya bom seri MK 80 paling kecil yang masih sering digunakan hingga saat ini.

MK 82 adalah hulu ledak bom berpemandu laser JDAM GBU-38 dan GBU-12. Memiliki casing baja berisi 87 kilogram bahan peledak tritonal. Hingga saat ini, hanya General Dynamics di Texas yang menjadi satu-satunya produsen bom untuk US Army.

25 Pesawat F-35

Selain amunisi perang Israel yang berupa bom, Departemen Luar Negeri AS juga menyetujui pengiriman pesawat tempur F-35. Amerika Serikat kabarnya mengirimkan sebanyak 25 pesawat tempur F-35 tersebut lengkap dengan mesinnya. Perlu diketahui, produsen pesawat ini bernama Lockheed Martin asal Amerika Serikat.

Fungsi utama dari pesawat tempur ini adalah sebagai multirole fighter. Selain itu untuk menggantikan versi lama seperti F-16, A-10, F/A-18, AV-8B Harrier dan Harrier GR.7s. F-35 menyempurnakan berbagai varian lama tersebut dengan berbagai teknologi paling baru. Selain itu juga memiliki performa yang digdaya. Seperti kecepatan hingga Mach 1,6 yang setara dengan 1.900 km/jam. Muatannya mencapai 8.160 kg dan daya jelajah lebih dari 1.350 mil.

Tidak Ada Pengumuman Resmi

Satu hal yang menjadi pertanyaan publik adalah tidak adanya pengumuman resmi terkait transfer amunisi perang Israel tersebut. Selain tidak ada pengumuman secara publik, pemerintah juga tidak memposting terkait hal tersebut di laman Badan Kerjasama Keamanan Pertahanan. Tempat yang seharusnya menjadi wadah pemberitahuan seperti itu dirilis.

Mendapat Desakan Dari Beberapa Pihak

Tindakan pengiriman senjata secara diam-diam tersebut sempat mendapat desakan dari beberapa anggota Partai Demokrat. Mereka meminta presiden untuk mempertimbangkan pasokan alutsista tambahan terhadap perilaku Israel. Selain itu juga mendesak Joe Biden untuk memikirkan kembali penghapusan hambatan terhadap pengiriman bantuan kemanusiaan secara internasional. Dua minggu sebelum pengiriman senjata ini, senator Partai Demokrat kembali mendesak Biden untuk menghentikan penjualan senjata ke Israel.

Dalih Kerjasama yang Sudah Berlangsung Lama

Meskipun banyak yang kontra, nyatanya masih ada juga yang membenarkan tindakan tersebut, salah satunya Mayor Jenderal Pat Ryder. Juru bicara Pentagon ini berpendapat bahwa Amerika Serikat telah memiliki hubungan kerjasama yang sangat lama dengan Israel, khususnya militer. Setelah peristiwa 7 Oktober, AS berupaya untuk selalu menyediakan pasokan amunisi perang Israel demi mendukung pertahanan dari serangan Hamas. Selain itu memastikan keunggulan militer Israel untuk memerangi ancaman dari luar.

Fakta Lapangan yang Tidak Sesuai dengan Pernyataan

Awalnya pasokan senjata dari AS bertujuan hanya untuk sistem pertahanan di Tel Aviv. Namun, faktanya di lapangan jauh dari kata bertahan. Israel justru melakukan serangan mematikan di enklaf Palestina secara besar-besaran. Yang mana hingga saat ini ratusan ribu warga Palestina tewas dan terluka imbas dari serangan Israel dengan persenjataan Amerika. Fatalnya, tentara IDF juga melakukan blokade di Jalur Gaza. Menjadikan banyak penduduk mengalami kelaparan dan keterlantaran karena pasokan makanan terbatas.

Biden dan Netanyahu Sempat Berselisih

Dalam beberapa minggu terakhir, hubungan Joe Biden dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sempat mengalami perselisihan. Hal tersebut berkaitan dengan bentrok soal Amerika Serikat gagal menolak resolusi PBB terkait gencatan senjata Israel di Gaza. Sayangnya, meskipun sempat berselisih. Hal tersebut tidak merubah keputusan Presiden Amerika Serikat ini untuk menghentikan pasokan amunisi perang Israel. Sehingga birokrasi militer AS dan Israel masih terus berjalan hingga saat ini.

Sorotan Dunia Terhadap Israel

Tidak surutnya serangan terhadap Palestina membuat Israel mendapat banyak kecaman dari seluruh dunia. Salah satunya dari ICJ atau Mahkamah Internasional yang menyebut Israel telah melakukan genosida terhadap warga Gaza. ICJ membuat keputusan yang memerintahkan supaya Israel segera menghentikan serangan secepat mungkin. Lalu menjamin bantuan kemanusiaan pada warga sipil Gaza tanpa adanya hambatan apapun.

Keputusan tersebut dilontarkan berdasarkan fakta lapangan yang membuktikan 60 persen infrastruktur sudah hancur dan tidak dapat digunakan. Sehingga membuat 85 persen warga Gaza menjadi pengungsi yang terlantar.

Kesimpulan:

Itulah beberapa fakta dan daftar amunisi perang Israel yang merupakan pasokan dari Amerika Serikat. Tindakan Presiden AS, Joe Biden itu kini menjadi sorotan tajam dunia karena telah menyetujui pengiriman alutsista secara diam-diam. Sehingga banyak pihak yang menyayangkan tindakan ini, mengingat hal tersebut justru akan memperburuk kondisi warga Gaza.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *